Logo

Yayasan Pondok Pesantren Al Aziz

Pucanganom, Jambesari Darus Sholah, Bondowoso

Tahsinul Khath, Salah Satu Program Unggulan MDT Al Aziz Bondowoso

Menulis bukan sekadar menuangkan ide di atas kertas. Di era serba digital ini, MDT Al Aziz justru menghidupkan kembali tradisi menulis indah melalui program Tahsinul Khath. Program ini menjadi salah satu andalan Yayasan Pondok Pesantren Al Aziz Pucanganom, Jambesari Darus Sholah, Bondowoso, dalam membentuk santri yang tidak hanya paham agama, tetapi juga terampil dalam seni menulis

Khat Kontemporer

Tahsinul Khath berarti memperbaiki atau memperindah tulisan. Di MDT Al Aziz, program ini mengajarkan santri menulis huruf Arab dan Latin dengan rapi, proporsional, dan sesuai kaidah. Lebih dari sekadar latihan menulis, program ini menanamkan kedisiplinan, ketelitian, dan adab terhadap ilmu.


Mengapa Menulis Harus Rapi dan Benar?

Ada pepatah lama yang selalu diingatkan kepada para santri:

Alaikum bitahsinil khath min mafatihirrizqi.

"Perbaikilah tulisanmu karena itu termasuk kunci rezeki."

Tulisan yang baik memudahkan orang lain membaca dan memahami ilmu. Selain itu, menulis yang benar juga melatih kesabaran, konsentrasi, dan rasa tanggung jawab. Inilah sebabnya program ini menjadi prioritas di MDT Al Aziz.


Program ini diikuti oleh seluruh santri MDT Al Aziz, dari tingkat dasar hingga menengah. Para pengajarnya adalah ustadz dan ustadzah yang sudah berpengalaman dalam ilmu khat, serta beberapa alumni pondok yang memiliki keahlian di bidang kaligrafi. Mereka dibekali modul ajar khusus yang disusun oleh tim kurikulum yayasan.


Kegiatan Tahsinul Khath dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Al Aziz, tepatnya di Ruang Kelas yang serderhana. Jadwalnya rutin setiap pekan, yaitu setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Selain itu, setiap akhir pekan keempat diadakan lomba menulis antar-santri sebagai ajang evaluasi dan motivasi.


Metode yang digunakan bertahap dan sistematis. Pertama, santri dikenalkan pada bentuk dasar huruf dan proporsinya. Kedua, mereka mulai merangkai huruf menjadi kata dan kalimat pendek. Ketiga, mereka berlatih menulis teks-teks pendek seperti hadis dan kutipan hikmah. Terakhir, setiap santri menghasilkan karya mandiri yang dipamerkan dalam gelar karya tahunan.

Kaidah Khat Naskhi

Setiap tahap disertai koreksi langsung dari ustadz pembimbing, sehingga santri tahu persis letak kesalahan dan cara memperbaikinya.

Sejak program ini berjalan intensif, banyak perubahan positif terlihat. Tulisan santri menjadi lebih rapi, catatan pelajaran lebih terbaca, dan kesalahan ejaan berkurang secara signifikan. Beberapa santri bahkan mulai menunjukkan bakat sebagai kaligrafer muda dan menjadi asisten pelatih bagi adik kelasnya.

Tidak hanya itu, orang tua santri dan masyarakat sekitar juga memberikan apresiasi atas perubahan nyata yang terlihat pada hasil tulisan anak-anak mereka.


Tahsinul Khath adalah bukti komitmen MDT Al Aziz dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan terampil. Melalui program ini, santri tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar disiplin, sabar, dan mencintai ilmu. Ke depannya, MDT Al Aziz berharap program ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lembaga pendidikan lain di Bondowoso dan sekitarnya.


---

Tinggalkan Komentar:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar