MDT Al Aziz– Sore ini suasana di MDT (Madrasah Diniyah Ta'miliyah) Al Aziz terlihat ramai dan hidup. Anak-anak sudah mulai berdatangan sejak sebelum jam 14.00. Mereka langsung masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku-bangku sederhana yang sudah tertata rapi. Ada yang sambil membuka buku, ada juga yang menanyakan materi yang tidak ia pahami dengan teman di sampingnya. Tidak butuh waktu lama, semua sudah siap mengikuti pelajaran.
![]() |
| Source: KBM MDT Al Aziz |
Begitu ustadz masuk ke ruangan, suasana langsung tenang. Anak-anak memberi salam dan ustadz membalas dengan senyum. Pelajaran sore itu dimulai tepat pada jam 14.00 dengan diawali bacaan basmalah dan doa bersama. Suasana menjadi khusyuk sejenak sebelum akhirnya ustadz memulai materi hari ini.
Materi yang diajarkan adalah bahasa Arab dasar. Pertama-tama ustadz mengajarkan hitungan dari 1 sampai 20. Satu per satu angka ditulis di papan tulis dan anak-anak diminta untuk menirukan pelafalannya. Ada yang langsung bisa, ada juga yang masih terbata-bata, tapi semua berusaha dengan sungguh-sungguh. Ustadz tidak pernah bosan mengulangi sampai anak-anak benar-benar hafal.
![]() |
| Materi Bahasa Arab |
Setelah dirasa cukup dengan angka, pelajaran dilanjutkan ke bagian anggota tubuh. Ustadz mulai menunjuk kepala, tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya sambil menyebutkan nama-namanya dalam bahasa Arab. Anak-anak mengikuti sambil menunjuk bagian tubuh mereka sendiri. Beberapa di antaranya terlihat sangat bersemangat, bahkan berlomba-lomba menyebutkan dengan suara paling keras.
Kemudian tiba giliran mengenal buah-buahan. Ustadz menyebutkan nama buah seperti apel, pisang, anggur, dan beberapa buah lainnya dalam bahasa Arab. Anak-anak menyimak dengan saksama, beberapa mencatat di buku tulis mereka. Ustadz juga sambil bercanda menanyakan buah favorit mereka, tapi tetap menggunakan istilah bahasa Arab yang sudah diajarkan.
Terakhir, anak-anak diajari percakapan dasar. Mulai dari cara memberi salam, menjawab salam, menanyakan kabar, sampai memperkenalkan diri. Ustadz mencontohkan percakapan pendek, lalu meminta anak-anak untuk mencoba berpasangan. Awalnya memang masih kaku dan banyak yang salah, tapi lama-lama mulai terbiasa. Beberapa pasangan bahkan sudah bisa melakukan percakapan singkat dengan cukup lancar.
Di sela-sela pelajaran, ustadz suka berjalan mondar-mandir di antara bangku. Kadang berhenti untuk melihat catatan anak-anak, kadang membetulkan tulisan yang masih salah, atau sekadar menepuk pundak anak yang terlihat kurang fokus. Semua dilakukan dengan sabar dan penuh kelembutan. Anak-anak pun tidak merasa takut, malah tampak nyaman dan menikmati proses belajar.
Pengurus madrasah juga ikut memantau dari luar. Sesekali mereka mengintip dari jendela dan tersenyum melihat anak-anak yang serius belajar. Sampai jam 15.00, pelajaran hari itu resmi berakhir. Ustadz menutup dengan doa dan pesan singkat agar anak-anak rajin mengulangi pelajaran di rumah.
Semua anak terlihat puas dan bersemangat. Mereka keluar kelas dengan membawa buku catatan yang penuh dengan kosakata baru. Tidak ada yang mengeluh atau terlihat bosan. Bahkan beberapa anak masih mengulangi pelafalan bahasa Arab sambil berjalan pulang.
Alhamdulillah, meskipun baru berdiri, Madin Al Aziz sudah bisa menyelenggarakan KBM dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Semoga ke depannya madrasah ini terus berkembang dan semakin banyak memberikan manfaat bagi anak-anak di sekitar.
---
MDT Al Aziz



Tinggalkan Komentar:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar